Gula Darah

Gula Darah Puasa vs Dua Jam Setelah Makan

Memahami perbedaan gula darah puasa dan gula darah post-prandial serta kapan masing-masing perlu diukur.

Tim iSehat 26 Juni 2026 2 menit baca
gula darah puasagula darah pppost-prandial

Artikel ini hanya untuk edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional. Jika Anda mengalami gejala berat seperti nyeri dada, sesak napas, pingsan, kelemahan satu sisi tubuh, kebingungan berat, atau kondisi darurat lainnya, segera cari bantuan medis.

Dua jenis pengukuran gula darah yang sering digunakan adalah gula darah puasa (GDP) dan gula darah dua jam setelah makan (post-prandial/GDPP). Keduanya memberikan informasi berbeda tentang cara tubuh mengelola glukosa.

Gula Darah Puasa (GDP)

Pengukuran dilakukan setelah puasa minimal 8 jam. GDP menunjukkan kadar glukosa dasar saat tubuh tidak menerima asupan makanan. Rentang umum:

  • Normal: di bawah 100 mg/dL
  • Glukosa puasa terganggu: 100–125 mg/dL
  • Diabetes: 126 mg/dL ke atas

GDP terutama mencerminkan produksi glukosa oleh hati dan sensitivitas insulin dasar.

Gula Darah Post-Prandial (GDPP)

Pengukuran dilakukan tepat dua jam setelah mulai makan. GDPP menunjukkan seberapa efektif tubuh menangani lonjakan glukosa setelah makan. Rentang umum:

  • Normal: di bawah 140 mg/dL
  • Toleransi glukosa terganggu: 140–199 mg/dL
  • Diabetes: 200 mg/dL ke atas

GDPP mencerminkan respons insulin terhadap makanan dan sering kali menjadi abnormal lebih awal dibanding GDP.

Kapan Mengukur Keduanya?

  • GDP cocok untuk pemantauan rutin harian, sebaiknya di pagi hari sebelum sarapan.
  • GDPP bermanfaat untuk mengevaluasi efek makanan tertentu atau efektivitas pengobatan.
  • Dokter mungkin meminta kedua pengukuran untuk gambaran yang lebih lengkap.

Mengapa Keduanya Penting?

Beberapa orang memiliki GDP normal tetapi GDPP tinggi — kondisi yang disebut diabetes post-prandial. Jika hanya mengukur GDP, kelainan ini bisa tidak terdeteksi. Kombinasi kedua pengukuran memberikan informasi lebih lengkap tentang metabolisme glukosa.

Selalu diskusikan dengan dokter tentang jadwal pengukuran yang tepat untuk kondisi Anda.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional. Jika Anda mengalami gejala berat seperti nyeri dada, sesak napas, pingsan, kelemahan satu sisi tubuh, kebingungan berat, atau kondisi darurat lainnya, segera cari bantuan medis.

Mulai catat kesehatan harian dengan iSehat

Daftar Gratis